Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

Cinta Buat Garbera 1-3-5 clr*

Gerbera,
Terima kasih diatas mekarmu,
Di taman kasih,
Dilimpahi budi cinta,
Walaupun ia seketika,

Andai engkau berbagi kasih,
Rela aku melihat dirimu dimahkotakan,
Di mahligai idaman,

Aku?
Usah dipedulikan,
Yang penting kuntuman mu berseri,

Akan aku terbang lebih jauh,
Sampai bertemu sangga lain,
Buat menenang diri,

Masa terus bergilir,
Menongkah deras yang terus berlalu,
Sampai kepastian,
Roh ini dijemput pulang,
Bersama harapan yang bersinar,

Kalau dapat aku katakan,
Aku...................... (kerana disaat ini aku telah tiada lagi)

Kovalen Version 1.0.0 Beta

Sajak ini saya tujukan kepada rakan-rakan yang terlibat dalam bidang pengaturcaraan tanpa ada prejudis sama ada dia adalah team leader ataupun programmer biasa. Mohon maaf diatas penggunaan bahasa yang bercampur-campur. Sajak ini direka kerana untuk memenuhi piawaian rima logik manusia seperti ini yang ternyata begitu tinggi sehingga tidak dapat memahami bahasa melayu standard seperti yang digunakan di dalam sajak Kovalen - Bhg 1. Ini bukan sindiran atau kutukan tetapi sebagai satu terjemahan kepada bahasa yang lebih mudah difahami oleh golongan-golongan seperti ini. Niat saya ikhlas. Mohon maaf jika ada yang terkucil hati yer. :D

Sajak ini telah dialih bahasakan, Sajak asal adalah Kovalen - Bhg 1

Class
umpama himpunan erat,

Mengikat modules yang bersambung,
Output ternyata berterabur,
Pada arahan logik yang pening,
Dan machine language yang tidak pernah difahami,

Ternyata mata ini memandang,
Pada signal LED wireless yang terpancar,
Yang seringkali terputus ketika diperlukan,
Bahasa pengaturcaraan yang penuh rima logik,
Tidak terungkai dengan bahasa pertuturan,
Menyatakan arahan yang perlu diexecute,

Apakah itu tanda mereng,
Seseorang yang mengadu kediginan
Duduk temenung menongkat dagu,
Pening dalam kesibukan waktu,
Sampai lupa tarikh dan waktu,

Kawannya pula jauh disini,
Sering mengingatkan, "Elek-eleklah orang lain pun sibuk jugak"
Tanpa pernah jemu membebel, "Otak dan badan tu nak pakai lama lagi"
Tak pernah takut dan tak pernah bimbang
Walaupun sering diugut terajang.

Bilik server itu terus sunyi,
Bersama dingin yang menyelimuti,
Hanya bunyi jemari menekan keyboard,
Urat jemari terus mengejang
Itu tanda penyakit dah mari,
Itu penyakit nama dia Repetitive Strain Injury,

:D Salam

Kovalen - Bhg 1

Kovalen salju itu terikat erat,
Mengikat dua gelas jiwa yang saling mengerti,
Dalam kenyataan sebuah gundah,
Yang ada sebuah paksi yang terbalik,
Pada keluhuran jiwa yang tak pernah nyata,

Mata yang memandang menjadi saksi,
Isyarat kasih yang terpancar dari kedalaman warna,
Yang sering berkalih ketika bertentangan,
Tersembunyi jauh didasar hasrat,
Tidak terungkai dengan kata-kata,
Menyatakan sebuah rindu yang penuh didada,

Apakah itu tanda rawan,
Seekor merpati yang jauh di awan,
Bertongkat paruh di pinggir kayangan,
Mengibas sayap tanda kepasrahan,
Pada takdir yang belum terjadi,

Perindu itu pula jauh dibumi,
Duduk termenung di pinggir bayang,
Menanti sang siang merapati malam,
Bersama hasrat yang tak pernah asa,
Dan kudrat yang telah tertulis,

Taman mawar itu terus mewangi,
Dengan kelopak yang tersusun semi,
Dan rindu yang terus berpaut,
Walaupun lelah dalam berdesah,
Longlai jiwa meminta nyawa,
Kovalen cinta masih disitu.

Ukhwah - Bhg 1

Rona lembut,
Putih merah,
Di baluti pakaian suci,
Di hujung Kaabah,
Menolak bonda tua,
Yang duduk keuzuran,

Keringat berluhuran,
Membasahi jerih,
Datang pemuda,
Menghulur kudrat,
Menolak bangku luncur,
Si gadis girang,
Mengucap lafaz,
"Syukran ya akhi"

Syukran ya akhi = Terima kasih saudaraku.

Harap

Hanyir lorong itu ku sedut dalam,
Bersama derap yang menglonglai,
Suatu harapan yang putus,
Sambil memasuki lorong sunyi,

Terlepas mawar dari genggaman,
Tersembam dalam retak,
Kaki terus melangkah,
Menoleh sambil berharap,
Agar ia bertemu takdir terindahnya.

P/S: Apa terjadi kehidupan ini mesti juga diteruskan. Hanya Allah dan takdirnya yang dapat memisahkan ia.

Diang cinta : Keamanan 2

I
Melangkah longlai
Dalam derapan ketidak pastian
Mencari harapan yang mensisa,
Demi sebuah kepedulian,
Tentang nasib bangsa yang tidak keruan,

Rusuh yang menyelimuti,
Membakar semua cita-cita
Debu kedamaian yang berterbangan
Dihujung butir besi,
Yang meratah daging dan darah

Bencana apakah ini?
Gadis kami diratah,
Bonda kami ditelanjangi,
Bapa kami dirantai bisu,
Adik-adik kami dihalau pergi,
Rumah kami diratai,

Api fitnah apakah ini?
Kau dan aku saling membakari,
Sebuah kesepakatan yang pernah terjalin,
Dalam catan tawarikh yang berdebu,
Tinggalkan api ini atas nama Rasulmu,

Wahai bangsaku!
Bangkitlah kalian!
Seperti singa mengaum gagah,
Hunuskan pedang dengan tangan lelakimu,
Nun jauh di tanah sana
Ada gadis,
Ada bonda,
Ada bapa
Dan ada adik-adik
Yang sedang menunggumu,

Bangkitlah kalian!
Hilangkan ketakutanmu,
Dengan tangan yang digelumangi darah.

II

Debu-debu yang mengaburi,
Sebuah harapan yang tidak pernah padam,
Tanah itu sangat merindukan
Derapan kuda-kuda,
Bunyi pedang yang bertelingkah,
Darah yang membasahi,
Teriakan takbir yang menggetarkan
Dan jiwa-jiwa yang berani meminta janji Robnya.

. . . . . . . .

Sajak ini merupakan sambungan Diang Cinta : Keamanan 1
Untuk membaca sajak-sajak saya yang lain sila lawati kumpulan puisi : tatih

Ulasan dan komen dari kamu amat saya hargai. Terima Kasih.

Loceng Pagi

Bergemerincing,
Kriiiiiinnnnnnnnnggggggg! (*lihat nota kaki)
Mendesak kelopak untuk terbuka
Disetiap dini hari sebelum subuh lantak (**lihat nota kaki)

Bergemerincing,
Kriiiiiinnnnnnnnnggggggg!
Bangunlah duhai mata yang masih terjahit
Oleh kepenatan malam yang berpanjangan

Bergemerincing,
Kriiiiiinnnnnnnnnggggggg!
Jagalah wahai hati yang sering terlupa
Sebentar lagi azan akan bergema

Bergemerincing,
Kriiiiiinnnnnnnnnggggggg!
Bersedialah
Sebentar lagi engkau akan berkerja

Bergemerincing,
Kriiiiiinnnnnnnnnggggggg!
Mulakan langkah
Dengan kalimat la ilah ha illallah

Bergemerincing,
Kriiiiiinnnnnnnnnggggggg!
Pergilah dengan restu kasih isteri dan cintamu
Moga kau pulang dengan rezeki yang diberkati

Nota Kaki:
*Chingg! Chingg! Chingg! ditukar kepada Kriiiiiinnnnnnnnnggggggg!
**Pembetulan: Disetiap dini hari sebelum subuh lajak


Terima kasih diatas lontaran idea yang telah diberikan.
. . . . . . . . . . . . .


Saya sebenarnya tidak begitu pasti tentang ejaan "Bergemerincing". Adakah ia dieja dengan cara yang betul atau tidak?

Maksud lantak yang sebenarnya? Adakah penggunaan kata 'subuh lantak' itu betul dalam konteks ayat itu sendiri? Mohon diperbetulkan jika tersilap. (perkataan subuh lantak diwarnakan dengan warna biru)

Saya cuba untuk mengakses www.dbp.gov.my untuk mendapatkan penyelesaian diatas, tetapi malangnya server DPB pun turut serta bercuti dalam perayaan tahun baru cina ini. Mohon bantuan pada yang sudi.

Selamat bercuti pada kamu-kamu semua. Berhati-hati semasa memandu. Ingat! masih ada yang sayang pada kamu.

Perahu kertas

Kertas surih itu ku lipat-lipat,
Bersegi sama,
Ku lipat-lipat lagi,
Sehingga menjadi sebuah perahu kertas comel,

Ku mencangkung ditepi kali,
Ku lepaskan perahu kertasku,
Teroleng-oleng dibawa arus nipis,
Bersama satu harapan di hati,

Perahu kertas ku jauh dibawah arus nipis,
Kian tenggelam ditelan air,
Berpusing-pusing seolah hilang kemudi,
Membawa satu harapan yang hampir mati,

Perahu kertas ku hilang ditelan air,
Tapi aku masih ada kertas yang lain,
Ku lipat-lipat sehingga ia menjadi sebuah perahu kertas comel yang lain,
Harapan ku berbunga kembali.

Cinta Ibu

Ibu,
Saat ini aku rasakan hati ini semakin rawan,
Apakah itu tanda sebuah kerapuhan hati?
Apakah itu tanda jiwa gelora?

Ibu,
Saat ini juga aku rasakan cinta yang ditatang semakin hilang,
Apakah itu tanda kepada sebuah kehilangan?
Apakah itu bermulanya kesedihan?

Ibu,
Betapa benar katamu dahulu,
Tiada yang lebih kekal selain cinta yang teragung,
Mutlak milik sang pencipta,

Ibu,
Betapa aku telah melupakan cinta yang terhampir,
Cinta selepas cinta illahi,
Cinta yang ada di depan mata,

Ibu,
Engkaulah cinta hatiku,
Aku sedar, betapa aku begitu jauh berjalan mencari erti cinta,
Sedangkan ia hanya di depan mata,

Ibu,
Maafkan aku atas kepincanganku,
Kini aku mengerti kasihmu,
Bisu dengan kata-kata tapi ia seluas samudera,

Ibu,
Semoga engkau diberi kudrat yang berpanjangan,
Meneruskan kehidupan bersama kami semua,
Doaku semoga engkau sentiasa dirahmati Tuhan.

Amin....

*bersempena kempen Cintailah Ibu dan Bapa anda.

Sunyi...

Hari ini kesunyian itu menjengah kembali,
Menerobos hati dan jiwa perasaan yang lara,
Terkenang kembali memori luka lama,
Sebuah kisah episod duka,

Kau dan aku bersama,
Masih terasa kehangatan genggamanmu,
Desiran nafasmu,
Haruman rambutmu,
Membuat jiwa bertambah lara,

Kita berjalan beriringan,
Kau dan aku ketawa,
Seolah untaian kasih ini berpanjangan,
Kita terlupa Dia Maha Menentukan,

Seperti semalam kurasakan,
Seolah kita dipertemukan,
Sehingga aku benci pada pertemuan itu,
Kerana pertemuan itu aku menderita,
Saat perpisahan tiba,
Kasih beralih arah,
Aku ditinggalkan,
Ros merah itu menjadi saksi,
Gelang kasih dikembalikan,
Aku dihina seolah aku tidak punya diri,

Kenapa begitu cepat kau beralih kasih?
Apakah kurang kasih diri ini?
Mungkinkah keadaan yang menyebabkan ia sebegini?

Saat ini aku bersendirian lagi,
Merenung kegelapan malam,
Mencari secebis ketenangan,
Aku meneruskan langkah,
Bersama deraian kesedihan,
Menyaksikan kehidupan di depan mata,
Betapa aku berasa sunyi sekali,
Walaupun aku berada di tengah kesibukan duniawi,

Wahai Tuhan Rabbul Izzati,
Kau sirnakan kesunyian ini dari dada kami,
Engkaulah tempat kami bergantung harap,
Ampunkan kami dan terimalah doa kami,

*Kenapa malam ni rasa sedey sangat.....waaa!!!!


Pencinta Damai...

Deruan ombak,
Landai membelah titipan pantai,
Bersendirian Aku,
Merenung ufuk timur,
Desiran bayu yang mengasyikkan,
Tenggelam bersama bunyian alam,

Disini aku berdiri,
Mencari kedamaian,
Mencari makna cinta,
Memahami erti kehidupan,

Kicauan beburung menambah kedamaian,
Tenang, damai, rindu dan cinta,
Seolah terdampar disyurga dunia,

Aku diam,
Aku pandang,
Dan aku mengerti,
Betapa diri ini kerdil sekali,
Jika dibandingkan seluas samudera,

Wahai Tuhan,
Resapkan rasa alam ini ke dadaku,
Agar aku juga damai selalu...

* Pada awalnya saya tujukan sajak ini pada salah seorang rakan blogger kita, Cik BlueCherry. Kemudian saya terfikir untuk mengembangkan lagi sajak ini. Selepas membuat beberapa perubahan, inilah hasilnya. Mohon cadangan dan juga kritikan yang membina. Terima kasih

Bidadari itu...

Dimalam pertemuan itu,
Satu Disember Dua Ribu Enam,
Ditengah metropolitan,
Yang tidak pernah suram dengan neon-neon pancaran jalanan,
Ditengah-tengah gergasi kembar yang gagah berdiri,
Disebuah ballroom gabungan oriental dan kemegahan negara china,

Malam itu aku bertemu bidadari berpakaian merah jambu,
Berambut panjang sehingga ke pinggang,
Keanggunan dan keceriannya terserlah sekali,
Betapa bertuahnya diri dapat ditemani,
Oleh bidadari yang comel sekali,

Betapa engkau pernah menyatakan,
Bahawa engkau tidak pernah menyangka untuk datang kedunia ini,
Dunia yang penuh dengan warna-warna rencah kehidupan,
Ada yang warnanya putih dan ada yang warnanya merah,
Dunia yang kadang-kadang sangat melemaskan bagi diri setiap mereka yang berada didalamnya,
Aku harap engkau terus tabah dan cukup kuat untuk meneruskan kehidupan didunia yang serba ada ini,

Bidadari,
Terima kasih kerana sudi menjadi kawan kepada diri ini,
Aku tidak pernah mengharapkan apa-apa selain daripada persahabatan ini,
Semoga persahabatan ini bisa kekal berpanjangan,
Hari ini, esok, lusa dan untuk selama-lamanya.

* Ucapan untuk bidadari: "Stay kewl and stay cute....."

Cabaran Foldover KLCC '06

Tomato yang merah menyala,
Salad segar yang masih belum kekeringan embunnya,
Bebawang dan lobak yang sungguh mempersona,
Kobis merah dan putih yang menambahkan serinya,
Daging ayam grill yang begitu menyelerakan,
Diadun mesra dengan krim mayonis berbawang putih,
Di apit kemas dengan roti leper yang tidak terkata,
Arghhh!!!….betapa sempurnanya rasa,
Nikmat yang sungguh mempersona,

Grilled chicken foldover,
Nama mu sentiasa bermain dibibir,
Meniti dari mulut ke mulut kaki makan yang tidak pernah berputus asa,
Dengan saiz hidangan yang berukuran 265 gram,
Kandungan kalori sebanyak 523 kcal,
Sukatan protein sebanyak 29.7 gram,
Lemak pula sebanyak 21.7 gram,
Karbohidrat sebanyak 52.8 gram,
Dan kalsium sebanyak 44 mg,
Engkau lah pengubat jiwa lara,
Jiwa-jiwa lara yang sentiasa kelaparan,

Grilled chicken foldover,
Harga mu cuma RM 6.95,
Engkaulah harapan,
Engkaulah sanjungan,
Disaat tika manusia memerlukan.

* Untuk pengetahuan korang, sajak ini bukanlah di taja oleh McDonald Corparation Malaysia ataupun antarabangsa. Sekadar tulisan untuk menyemarakkan dunia blog dan mengeratkan ukhwah antara kita sesama manusia kerana kita adalah insan "biasa-biasa aje". Kepada odja dan lediagli, aku tunggu hang punya sajak plak. Stay tunees.....